Microsoft Virtual PC 2007

Menjalankan beberapa server dalam waktu bersamaan dengan role yang berbeda satu sama lain saat ini menjadi mudah dengan teknologi virtualisasi. Kita bisa mempunyai banyak OS yang running di atas komputer atau laptop kita. Dengan teknologi 32 bit memang ada challenge dari sisi total memori fisik yang memiliki batasan atap sebesar 4 GB. Namun, saat ini teknologi 64 bit sudah tersedia secara luas baik dari sisi hardware maupun software. Dengan teknologi 64 bit memori sudah bukan batasan lagi, apalagi dengan arsitektur CPU saat ini yang sudah multicore, yang memungkinkan aplikasi multi-threading berjalan lebih baik dengan dukungan multi core processor.

Microsoft telah merilis Microsoft Virtual PC 2007 VM versi perangkat lunak mereka. Dapat digunakan untuk menjalankan beberapa sistem operasi (also called “guests”) pada saat bersamaan pada komputer fisik yang sama (also called “the host machine”). Anda dapat dengan mudah beralih di antara mesin virtual dengan mengklik tombol. Gunakan mesin virtual untuk menjalankan aplikasi, memberikan dukungan, pengguna, dan meningkatkan jaminan kualitas.

Virtual PC memungkinkan Anda membuat mesin virtual terpisah di desktop Windows Anda, yang masing-masing virtualisasi perangkat keras dari komputer fisik lengkap. Gunakan mesin virtual untuk menjalankan sistem operasi seperti MS-DOS, Windows 9X/NT/2000/XP/2003 dan Vista, Linux, OS / 2 dan lain-lain.

 

 

Iklan

Comment Dasar di Linux

Beberapa perintah / comment dasar di Linux beserta kegunaan dari comment linux tersebut :

startx Fungsinya untuk menjalankan X-Windows

halt Fungsinya untuk untuk mematikan sistem atau di windows biasa disebut shutdown

cd x atau cd /x Fungsinya untuk masuk ke direktori x

cd .. atau cd ../ atau cd/.. Fungsinya untuk pindah ke direktori satu level di bawah

x lalu [tab] [tab] Fungsinya untuk mengetahui perintah apa saja yang tersedia yang berawalan huruf x

adduser Fungsinya untuk untuk menambahkan user baru

ls atau dir Fungsinya untuk untuk melihat isi suatu direktori

cat Fungsinya untuk melihat isi dari suatu file text

mv x y Fungsinya untuk memindahkan atau merename file x ke file y

cp x y Fungsinya untuk mengkopi file x ke file y

rm x Fungsinya untuk menghapus file x

mkdir x Fungsinya untuk membuat direktori x

rmdir x Fungsinya untuk menghapus direktori x

rm -r x Fungsinya untuk menghapus direktori x beserta seluruh isinya

rm p Fungsinya untuk menghapus paket tertentu

df atau df x Fungsinya untuk mengetahui space kosong dalam device x

top Fungsinya untuk mengetahui status memori (tekan q untuk quit)

man x Fungsinya untuk mengetahui keterangan manual dari suatu perintah

less x Fungsinya untuk melihat isi dari suatu file text

echo x Fungsinya untuk mencetak isi dari suatu file x ke screen

mc Fungsinya untuk menghidupkan Norton Commander dalam Linux (sangat berguna dan memudahkan bagi newbie)

mount Fungsinya untuk menghidupkan/mengikat suatu device seperti cdrom, Flash disk dan lain2

reboot atau [ctl + alt + del] Fungsinya untuk reboot(restart)

chmod Fungsinya untuk mengubah permission suatu file

ls -l x Fungsinya untuk melihat isi suatu direktori secara rinci

ln -s x y Fungsinya untuk membuat link dari suatu file x ke file y

find x -name y -print Fungsinya untuk menemukan file y, dengan mencari mulai dari direktori x dan tampilkan hasilnya pada layar

ps Fungsinya untuk melihat seluruh proses yang sedang berjalan

kill x Fungsinya untuk mematikan proses x (x adalah PID di dalam ps)

[alt] + F1 – F7 Fungsinya untuk berpindah dari terminal 1 – 7 (ciri khas Linux)

lilo Fungsinya untuk membuat boot disk

[ctl] + [alt] + [backspace] Fungsinya untuk keluar dari X-Windows jika terjadi trouble

[ctl] + [alt] + F1 – F6 Fungsinya untuk pindah dari satu terminal ke terminal lain dalam X-Windows

Perintah Dasar Linux

cd x atau cd /x == masuk ke direktori x
cd .. atau cd ../ atau cd/.. == pindah ke direktori satu level di bawah
x lalu [tab] [tab] == berguna untuk mengetahui perintah apa saja yang tersedia yang berawalan huruf x
adduser == untuk menambahkan user baru
ls atau dir == untuk melihat isi suatu direktori
cat == untuk melihat isi dari suatu file text
mv x y == untuk memindahkan atau merename file x ke file y
cp x y == untuk mengkopi file x ke file y
rm x == untuk menghapus file x
mkdir x == untuk membuat direktori x
rmdir x == untuk menghapus direktori x
rm -r x == untuk menghapus direktori x beserta seluruh isinya
rm p == untuk menghapus paket tertentu
df atau df x == untuk mengetahui space kosong dalam device x
top == untuk mengetahui status memori (tekan q untuk quit)
man x == untuk mengetahui keterangan manual dari suatu perintah
less x == untuk melihat isi dari suatu file text
echo x == untuk mencetak isi dari suatu file x ke screen
mc == untuk menghidupkan Norton Commander dalam Linux (sangat berguna dan memudahkan bagi newbie)
moun
t == untuk menghidupkan suatu device spt cdrom
halt == untuk shutdown
reboot atau [ctl + alt + del] == untuk reboot


chmod
== untuk mengubah permission suatu file
ls -l x == untuk melihat isi suatu direktori secara rinci
ln -s x y == untuk membuat link dari suatu file x ke file y
find x -name y -print == untuk menemukan file y, dengan mencari mulai dari direktori x dan tampilkan hasilnya pada layar
ps == untuk melihat seluruh proses yang sedang berjalan
kill x == untuk mematikan proses x (x adalah PID di dalam ps)
[alt] + F1 – F7 == untuk berpindah dari terminal 1 – 7 (ciri khas Linux)
lilo == untuk membuat boot disk

startx == untuk menjalankan X-Windows
[ctl] + [alt] + [backspace] == untuk keluar dari X-Windows jika terjadi trouble
[ctl] + [alt] + F1 – F6
== untuk pindah dari satu terminal ke terminal lain dalam X-Windows
xf86Config == untuk mengeset X (primitif) dalam text mode
Xconfigurator == sama seperti di atas

Secara umum perintah-perintah Linux dan UNIX memiliki sintaks sbb :
perintah [option…] [argumen…]
Option merupakan pilihan yang dapat kita gunakan untuk memberikan hasil tertentu dari suatu perintah.
Argumen umumnya merupakan sesuatu yang akan diproses oleh perintah, misalnya nama file atau nama direktori.
Tanda [ ] merupakan simbol bahwa option dan argumen tidak harus selalu digunakan dalam menjalankan perintah.
Tanda titik-titik menandakan bahwa baik option dan argumen dapat lebih dari satu.
Seluruh perintah dalam Linux dan UNIX bersifat case sensitive, jadi perintah LS akan dianggap berbeda dengan ls.
Sekarang kita mulai dengan perintah-perintah dasar yang umum digunakan dalam Linux :

ls
Perintah ini merupakan perintah untuk menampilkan isi suatu direktori. Perintah ini mirip seperti perintah dir dalam DOS.
Ada beberapa cara untuk menggunakan perintah ini, misalnya :
# ls
# ls -l
Untuk mengetahui lebih lengkap tentang perintah ls, silakan lihat di manual dengan perintah man ls.
more
Perintah more dapat digunakan untuk melihat isi suatu file teks dengan layar per layar. untuk keluar dari tampilan more dengan menekan tombol q.
cat
Perintah ini digunakan untuk menampilkan isi file ke layar tanpa fasilitas tampilan layar per layar.
Biasanya digunakan bersamaan dengan pipeline atau redirection. Misal untuk menampilkan isi file /etc/passwd dan /etc/group, gunakan perintah :
# cat /etc/passwd /etc/group
cd
Perintah ini mirip seperti perintah cd dalam DOS yaitu digunakan untuk pindah ke direktori tertentu. Contoh perintah :
# cd /home/adje
Untuk menuju kembali ke direktori /home, maka digunakan perintah :
# cd ..
cp
Perintah ini digunakan untuk mengkopi suatu file atau direktori. misalnya :
# cp contoh1 contoh2
Perintah di atas maksudnya akan mengkopi contoh1 ke file contoh2. Untuk mengkopi seluruh direktori menggunakan perintah :
# cp -R /home/adje /home/afri
mv
Perintah ini digunakan untuk memindahkan suatu file ke lokasi lain atau dengan nama lain. Contoh :

# mv contoh1.php contoh2.php
#mv contoh1.php /home/adje/contoh2.php
rm
Perintah ini digunakan untuk menghapus direktori atau file. Perintah ini mirip dengan perintah del dalam DOS. Dalam menggunakan perintah ini agar hati-hati karena dalam Linux tidak ada perintah undelete atau unerase. Contoh penggunaan rm sbb :
#rm contoh1.php
Untuk menghapus suatu direktori gunakan perintah :
#rm /home/adje/temp
mkdir
Perintah ini digunakan untuk membuat direktori. Misalnya :
#mkdir contoh
Pipeline
Pada Linux dan UNIX, hasil keluaran suatu proses program dapat diberikan sebagai input pada proses lainnya. Contohnya :

#ls -l /home/adje | more
grep
Perintah grep digunakan untuk men-filter masukan dan menampilkan dalam bentuk baris-baris yang sesuai dengan pola yang anda inginkan. Contoh :

# ps ax |grep wvdial
Redirection
Di dalam Linux atau UNIX, anda dapat membelok-belokkan standar input, output ataupun standar error menuju tujuan lain.
Misalnya anda dapat membelokkan standar output suatu program ke file atau membelokkan standar input suatu program dari suatu file.
Proses pembelokkan ini disebut redirection dan di *NIX digunakan simbol > (untuk membelokkan standar output ke file) dan simbol < (untuk membelokkan standar input dari file). Contoh :

Untuk menyimpan tampilan isi seluruh directori /etc ke sebuah file, gunakan perintah :

#ls -lR /etc > isi-etc
Untuk menambahkan isi file isi-etc dengan data lain, gunakan simbol >> (append) pada redirection, misal :

#ls -lR /home/adje >> isi-etc

Untuk membuat perintah mensortir data yang terdapat pada file contoh.txt dapat digunakan perintah :

#sort < contoh.txt
Perintah-perintah di atas adalah perintah-perintah yang sering digunakan dalam Linux atau UNIX. Bila anda masih merasa kesulitan silakan baca manual-nya terlebih dahulu. Karena membaca manual itu sangat penting bila kita sering meng-oprek Linux atau UNIX. Dari manual itu kita bisa mendapat solusi dari masalah yang kita hadapi.

Daftar setting dial up modem

daftar setting dial up modem untuk masing – masing provider :

IM3
Homepage : http://www.indosat-m3.net
User : gprs
Password : im3
Dial : *99***1#

IM3 DURASI
Homepage : http://www.indosat-m3.net
User : indosat@durasi
Password : indosat@durasi
Dial : *99***1#

TELKOMSEL
Homepage : telkomsel
User : wap
Password : wap123
Dial : *99***1#

TELKOMFLASH
Homepage : flash
User : (KOSONGKAN)
Password : (KOSONGKAN)
Dial : *99***1#

XL
Homepage : http://www.xlgrps.net
User : xlgprs
Password : proxl
Dial : *99***1#

MATRIX reguler [ APN = satelindogsm]
Homepage :
User : (KOSONGKAN)
Password : (KOSONGKAN)
Dial : *99***1#

MATRIX broadband
Homepage : indosat3g
User : indosat
Password : indosat
Dial : *99***1#

MENTARI
Homepage : satelindogsm
User : indosat
Password : indosat
Dial : *99***1#

AXIS
Homepage : http://wap.axisworld.co.id
User : axis
Password : (KOSONGKAN)
Dial : *99***1#

Fren (Mobile-8)
User : m8
Password : m8
Dial : #777

TELKOM FLEXY
User : telkomnet@flexi
Password : telkom
Dial : #777

STARONE
User : starone
Password : indosat
Dial : #777

Konfigurasi TCP/IP

Protokol TCP/IP

Karena penting peranannya pada sistem operasi Windows dan juga karena protokol TCP/IP

merupakan protokol pilihan (default) dari Windows. Protokol TCP berada pada lapisan Transport

model OSI (Open System Interconnection), sedangkan IP berada pada lapisan Network mode OSI

IP Address

IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang

menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan

sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1

IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan

alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukan alamat host (komputer, router, switch).

Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana

host itu berada.

Kelas-kelas IP Address

Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga

kelas seperti diperlihatkan pada tabel 1.2.

IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP

1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. IP

address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Pada IP address

kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya.

Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah:

Network ID = 113

Host ID = 46.5.6

Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.

IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP

address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan

demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1

Network ID = 132.92

Host ID = 121.1

Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang

host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP

128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx

IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit

terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing

network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x.

Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat

untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai,

yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

Mengkonfigurasi TCP/IP

Implementasi TCP/IP pada Windows98 meliputi protokol standar TCP/IP, kompatible dengan

TCP/IP berbasis jaringan. Protokol standar TCP/IP termasuk:

1. Internet Protocol,

2. Transmission Control Protocol (TCP),

3. Internet Control Message Protocol (ICMP),

4. Address Resolusion Protocol (ARP),

5. User Datagram Protocol (UDP).

TCP/IP harus dikonfigurasikan sebelum dahulu agar bisa “berkomunikasi” di dalam jaringan

komputer. Setiap kartu jaringan komputer yang telah diinstall memerlukan IP address dan subnet

mask. IP address harus unik (berbeda dengan komputer lain), subnet mask digunakan untuk

membedakan network ID dari host ID.

Memberikan IP Address

IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host

Configuration Protocol (DHCP) atau diisi secara manual.

Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address:

1. Buka Control Panel dan double-klik icon Network.

2. Di dalam tab Configuration, klik TCP/IP yang ada dalam daftar untuk kartu jaringan yang telah

diinstall.

3. Klik Properties.

4. Di dalam tab IP Address, terdapat 2 pilihan:

* Obtain an IP address automatically

IP address akan diperoleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi untuk memberikan IP address

secara otomatis pada komputer yang menggunakan protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi

client-server, dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan

pada DHCP client. Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address

tersebut. Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.

* Specify an IP address

IP address dan subnet mask diisi secara manual.

5. Klik OK.

6. Jika diperlukan masuk kembali ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab Gateway,

masukkan nomor alamat server.

7. Klik OK.

8. Jika diperlukan untuk mengaktifkan Windows Internet Naming Service (WINS) server, kembali

ke dalam kotak dialog TCP/IP Properties, klik tab WINS Configuration, dan klik Enable

WINS Resolution serta masukan nomor alamat server.

9. Jika diperlukan untuk mengaktifkan domain name system (DNS), kembali ke dalam kotak

dialog TCP/IP Properties, klik tab DNS Configuration, klik Enable DNS, masukkan nomor

alamat server.

10. Klik OK.

Virtual Private Network ( VPN )

VPN adalah virtual private network..

Beberapa hari yang lalu saya sempat bingung apa yang di maksud dengan vpn! Mungkin tulisan ini juga dapat sedikit membantu dan menambah pengetahuan kita bersama.. Saya sempat berdiskusi dengan beberapa orang yang menurut saya ahli dalam dunia jaringan, dan salah satu diskusi saya adalah tentang virtual private network (vpn)!

virtual private network (vpn) merupakan jaringan lokal antar instansi atau perusahan yang bersipat pribadi,  karena sipatnya yang pribadi jadi hanya pengguna tertentu saja yang dapat menggunakan akses vpn dalam suatu jaringan ini, jadi sangat kecil kemungkinan pengguna lain yang tidak di inginkan untuk menyusup kedalam jaringan.

vpn sangat cocok di gunakan untuk perusahan atau institusi yang ingin memiliki keamanan tinggi dalam hal berinteraksi atau shering data pada internal mereka masing – masing!

Mungkin itu sedikit dari penjabaran hasil dari diskusi saya dengan beberapa orang, dan bila penjabaran saya memiliki kekurangan dan kesalahan dalam menjelaskan! teman – teman dapat membantu meluruskan dan menambahkan kekurangan dalam tulisan saya ini..