Sejarah Kabupaten Kutai Timur

bupaten Kutai Timur adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17% dari luas Provinsi Kalimantan Timur dan berpenduduk sebanyak 169.564 jiwa (2004) dengan kepadatan 4,74 jiwa/km² dan pertumbuhan penduduk selama 4 tahun terakhir rata-rata 4,08% setiap tahun.

Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu wilayah hasil pemekaran dari Kabupaten Kutai yang dibentuk berdasarkan UU No. 47 Tahun 1999, tentang Pemekaran wilayah Provinsi dan Kabupaten. Diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 28 Oktober 1999.

Geografi

Dengan luas wilayah 35.747,50 km², Kutai Timur terletak di wilayah khatulistiwa dengan koordinat diantara 115°56’26”-118°58’19” BT dan 1°17’1″ LS-1°52’39” LU.

Batas-batas wilayah

  • Utara : Kabupaten Berau
  • Selatan : Kabupaten Kutai Kartanegara
  • Timur : Selat Makassar.
  • Barat : Kabupaten Kutai Kartanegara.

Topografi

Kutai Timur memiliki keadaan topografi yang bervariasi, mulai dari daerah dataran seluas 536.200 ha, lereng bergelombang (1,42 juta ha), hingga pegunungan (1,6 juta ha), tersimpan potensi batu bara 5,35 miliar ton.

Pemerintah dan layanan publik

Bupati

Kutai Timur sejak pembentukannya baru memiliki dua orang bupati, pertama kali adalah Awang Farouk Ishak sebagai bupati dengan wakilnya Mahyudin. Pada saat Awang Farouk mundur dari jabatan bupati waktu mencalonkan diri menjadi Gubernur Kaltim, ia digantikan oleh Mahyudin. Kemudian pada Pilkada Bupati Kutai Timur, Awang Farouk terpilih kembali menjadi bupati periode 2005-2010.

Kecamatan

Terdapat 18 kecamatan di Kutai Timur saat ini.

Tempat menarik

Secara umum tempat menarik untuk dikunjungi di Kutim terbagi dalam 3 wilayah, yaitu Zona Sangatta, Zona Sangkulirang dan Zona Muara Wahau, hal ini lebih dikarenakan kedekatan lokasinya daripada batas administratif.

Daftar lokasi tersebut diantaranya adalah:

Zona Sangatta

Wilayah ini seolah menjadi gerbang bagi pengunjung yang akan masuk ke Sangatta melalui jalur darat. Dicirikan oleh dominasi objek wisata alam, dengan Taman Nasional Kutai-nya yang sudah terkenal, wilayah ini juga “diuntungkan” dengan keberadaan kota Sangatta sebagai ibukota kabupaten yang memiliki fasilitas penunjang yang jauh lebih baik dibandingkan wilayah-wilayah lainnya di Kutai Timur. Namun sangat disayangkan bahwa hutan lebat yang menyejukkan perjalanan menuju kota Sangatta sekarang harus merana karena habis ditebangi oleh penduduk yang mengaku sebagai “putera daerah” yang seharusnya ikut membantu melestarikan keindahan hutan Taman Nasional Kutai Timur, tetapi sekarang justeru menghancurkannya.

Secara umum terdapat:

  1. Taman Nasional Kutai
    di dalamnya terdapat pula:

    • Sangkimah, dimana terdapat jembatan (disebut Jembatan Sangkimah) sepanjang lebih kurang 1 km menjorok masuk ke tengah hutan hujan tropis dan bermuara pada suatu fosil hidup, yaitu pohon ulin besar yang diperkirakan berumur sekitar 1000 tahun.
    • Mentoko, di kawasan ini terdapat sebuah pondok penelitian, disebut Pondok Penelitian Mentoko, yang didirikan oleh Akira Suzuki, seorang ahli biologi dari Jepang yang mempelajari kehidupan orang utan di daerah ini.
    • Pantai Teluk Kaba
    • Pantai Teluk Lombok dan Teluk Perancis.
  2. Pantai Tanjung Bara
    Pantai ini berada di dalam wilayah PT. Kaltim Prima Coal (KPC) yang merupakan salah satu perusahaan penambangan batubara terbesar yang berada di wilayah Kalimantan Timur.

Zona Sangkulirang

Objek dan daya tarik wisata di zona ini umumnya ditandai dengan ciri alam, yaitu hutan, gua, air panas, sungai, pantai dan pulau-pulau kecil yang tersebar di Kecamatan Sangkulirang. Garis pantai yang panjang dan potensi perairan (laut maupun sungai) yang besar menambah daya tarik wilayah ini terlebih dengan adanya daya tarik yang unik yang berbeda dengan wilayah lainnya, seperti gua, pulau, pantai, laut dan air panas. Namun seperti juga wilayah lain di Kutai Timur, aksesbilitas (melalui darat) masih menjadi masalah yang utama untuk wilayah Sangkulirang. Sementara ini transportasi air / sungai dengan perahu masih mendominasi perangkutan di Sangkulirang.[7]

Secara umum terdapat:

  1. Desa Benua Baru
  2. Pulau Birah-Birahan, merupakan tempat bertelur penyu dan tempat bertelur serta migrasi sejenis burung putih pada saat bulan-bulan angin laut selatan (yaitu bulan agustus, september dan oktober)
  3. Pantai Jepu-Jepu, Bual-Bual dan Selangkau
  4. Desa Pengadan, dimana sebagian besar penduduknya adalah petani sarang burung walet. Juga terdapat gua-gua yang sangat menarik untuk dikunjungi, baik karena keindahannya (stalagtit dan stalagmit) serta terdapat lukisan-lukisan dinding berupa gambar negatif tangan manusia dan hewan dari Zaman Batu (Stone Age). Diantaranya gua-gua itu yang dibuka untuk umum adalah:
    • Gua Ampanas dan
    • Gua Mardua

Zona Muara Wahau

Objek dan daya tarik wisata di wilayah ini dicirikan oleh alam pedalaman hutan dan sungai, dengan budaya sungainya yang masih cukup kental. Keberadaan gunung batu Kongbeng merupakan salah satu daya tarik lain yang unik di wilayah ini selain dari desa-desa sepanjang sungai Wahau/Telen.

Secara umum terdapat:

  1. Desa Muara Wahau
  2. Desa Miau Baru, desa yang masih tetap mempertahankan tradisi budaya Dayak dalam kehidupan keseharian mereka, seperti berladang dan mencari ikan untuk kelangsungan hidup.
  3. Gunung Kombeng, yang terletak di Desa Pantun
  4. Desa-desa Sepanjang Sungai Wahau/Telen, seperti:
    • Desa Jukayak, merupakan salah satu desa tertua di kecamatan Muara Wahau.
    • Desa Long Segar
    • Desa Long Noran
    • Desa Batu Ampar

Transportasi

Darat

Transportasi darat dapat ditempuh 2,5 – 3 jam dari Samarinda dan 45 menit dari Bontang.

Udara

Untuk transportasi udara terdapat 2 pelabuhan udara yaitu KPC di Tanjung Bara dan pelabuhan udara Pertamina di Sangkimah yang dapat didarati pesawat Cassa dengan kapasitas 21 penumpang. Transportasi udara dapat ditempuh 1 jam perjalanan dari Bandara Sepinggan, Balikpapan.

Laut

Pelabuhan laut sebagai prasarana transportasi laut saat ini hanya untuk melayani KPC, sedangkan Pelabuhan Maloy yang dipersiapkan untuk menampung aktivitas kawasan agroindustri Maloy dan daerah sekitarnya (hinterland). Sedangkan pelabuhan yang melayani kegiatan masyarakat yaitu pelabuhan sungai yang berada di sungai Sangatta di kota Sangatta.

Lain-lain

Perbankan dan Asuransi

Berikut adalah daftar bank dan asuransi yang membuka cabangnya di Sangatta.

  • BRI Cabang Sangatta
  • BPD Kaltim Cabang Sangatta
  • BNI 46 Cabang Sangatta
  • Bank Mandiri Cabang Sangatta
  • Bank Danamon Kantor Sangatta sejak 12 Januari 2007
  • BPR Dana Artha Cabang Sangatta
  • Bank Mini Cabang Sangatta
  • Asuransi Bumi Putera
  • Asuran Jiwasraya
  • Asuransi Jiwa Mubarakah
About these ads

7 Responses to Sejarah Kabupaten Kutai Timur

  1. Liong mengatakan:

    “putra daerah”???
    ya itu orang2 luar yg menebangi pohon secara membabi buta,bukan putra daerah sejati!!!

    • henry mengatakan:

      Iya pak, saya juga sepakat dengan pernyataan bapak!!
      di dalam tulisan di katakan ( karena habis ditebangi oleh penduduk yang mengaku sebagai “putera daerah” )…
      karena tidak mungkin putra daerah menebangin pohon!!
      ya itulah, namanya juga orang yg mengaku2, bukan berarti dia putra daerah sesungguhnya.. heheee..
      tulisan ini di sadur dari wikipedia!!

  2. kaharuddin mengatakan:

    transportasi darat cuman sampe bontang yaaa???
    trans. udara bwt public or karyawan/pejabat??
    ada kah pantai yg eksotic disisi timur kutai timur??

  3. henry mengatakan:

    kaharuddin : transportasi darat gk hanya sampai bontang, tp udah sampai kutai timur atau sangata!

  4. Dharma mengatakan:

    knpa di sangatta ngk di buat bandara internasional aja kn kutim salah satu daerah penting di kaltim karena berada di tengah2 kaltim kn jdi bagus klo di buatkn bandara internasional di sangatta..

  5. radja siantan mengatakan:

    majulah sangatta !!!! …… kotanya suku kutai dan suku pendatang ….. buatlah waterbom disini panas buat anak-anak calon penerus bangsa ………..

  6. mustgenk mengatakan:

    kok persis ma di wikipedia ya? wah hebat ternyata tulisan anda dimuat oleh wikipedia jg. bravo..

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: